Terkait Banjir Yang Melanda Kerinci “Akmal Thalib” Ahli Geologi Angkat Bicara

Kerinci-jendelapublik.com. Akmal Thalib Putra Asal Kerinci yang sukses sebagai Dosen Universitas Gajah Mada Bidang Geologi dengan gelar dan prestasi yang di sandangnya, tanggapi terkait banjir yang melanda Kerinci dimana tempat ia lahir dan di besarkan.

Fenomena alam, yang mengakibatkan terjadinya banjir merupakan berkurangnya keasrian alam itu sendiri. Hal ini diakibatkan proses penyerapan air yang di lembah maupun gunung kurang memadai karena terjadinya penggundulan hutan.

“Akmal Thalib saat dimintaai komentar oleh media ini menyampaikan, Penyebab terjadinya banjir di kerinci dan meluapnya Sungai Batang Marao saat intensitas hujan cukup lebat, juga disebabkan :

1.Sungai sudah tidak kuat lagi menampung debit air, akhirnya meluap

2. Drainase got, parit, bandar yang sudah jelek karena tidak dipelihara, akhirnya air susah mengalir

Dan Faktor utama yang menyebabkan banjir, marak terjadinya penebangan Hutan di hulu sehingga hutan menjadi gundul, Jelasnya.

Lanjutnya lagi, banyaknya aktivitas penambangan liar di hulu sungai
sehingga menyebabkan air menjadi keruh pekat dan coklat, artinya air membawa tanah dan sedimen lainnya dan sungai akan menjadi dangkal.

Ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kerinci, untuk dapat dengan penuh kesadaran menjaga hutan dan sungai dengan baik.

Jangan serakah menambang di hulu sungai, masyarakat harus berani bertindak mengambil peran membantu Pemerintah Daerah bagi yang melanggar aturan.

Lebih utama sekali kepada Pemerintah Daerah harus cepat mengambil langkah serta sikap dengan melakukan pengerukan sungai sehingga pendangkalan tidak semakin parah.

Pemukiman di bantaran sungai harus diatur, perencanaan tata ruang wilayah di sepanjang sungai juga harus ditinjau ulang.

Terkahir ia juga kembali meminta Pemerintah Daerah bertindak tegas, kepada penebang hutan secara liar dan penambang. ditunggu solusi yang jitu, Tutupnya.

Baca Juga:  SISWA-SISWI SMP 38 KERINCI PROTES KETIDAKHADIRAN GURU

(Don).

Bagikan :