Analisa Rakyat Dalam Memilih Calon Pemimpin

Kerinci- jendelapublik.com. Berangkat dari kata “PEMIMPIN”, calon pemimpin terlahir dari rakyat dan dipilih oleh rakyat. 28/03/2021

Kata pemimpin itu pada dasarnya, sebuah kalimat sederhana namun akan menjiwai pada seseorang yang akan menyandang predikat dari sebuah nama (Pemimpin).

Dalam skala nasional deretan nama pemimpin hasil dari suara rakyat, Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, DPRD, hingga tingkat desa Kepala Desa. Dari kesemuanya itu adalah merupakan suatu bentuk hasil dari pilihan suara rakyat yang bermuara pada sistem “Politik”.

Namun dalam hal itu tentunya tidak luput dari partisipasi dari masyarakat atau rakyat yang akan dipimpin.

Pemimpin terkadang lupa, dirinya sendiri itu berawal dari mana, karir yang didapat dari siapa. Dan juga yang sangat penting sekali kita garis bawahi sejauh mana pertanggungjawaban dari seorang Pemimpin.

Tidak jarang beberapa nama Pemimpin selalu disebut dan dipertanyakan rakyat, bersama janji manis yang penuh kepalsuan.

Viral disemua publik, atas kinerja Pemimpin yang banyak menuai sorotan dikarenakan suatu bentuk sikap yang merasa kurang pantas dan tidak peduli lagi dengan tanggungjawabnya sebagai seorang pemimpin, sengaja atau lupa, dalam artian lain sejauh mana kemampuan untuk melakukan berbagai upaya dalam menangani suatu bentuk permasalahan demi kesejahteraan rakyat secara global.

Pemimpin dimata rakyat, terkadang juga dianggap sebagai suatu bentuk kepentingan terselubung yang pada hakikatnya untuk melakukan suatu tujuan tertentu demi kesejahteraan dirinya sendiri, tanpa memikirkan apa dan bagaimana dampak yang akan terjadi dilingkup rakyat secara teritorial wilayah.

Miris, amanah rakyat yang dikecewakan menimbulkan suatu kontroversi. Betapa tidak secara kasat mata banyak terjadi permasalahan besar baru-baru ini khususnya di Bumi Sakti Alam Kerinci, dan Kota Sungai Penuh. Banjir, Penebangan Hutan Secara Liar, Infrastruktur Pembangunan, Tindak Pidana Korupsi, Tawuran, Moralitas Remaja dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Baca Juga:  Menang Pilgub Jambi, Al Haris: Terima Kasih Masyarakat Jambi

Kesemua itu tentunya tidak luput dari peranan penting pemangku jabatan untuk melakukan berbagai upaya dalam melakukan pencegahan kesenjangan sosial dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, atas beberapa bentuk kejadian atau peristiwa yang terjadi sehingga menjadi momok ditengah masyarakat luas yang tidak kita ulas satu persatu, secara tidak langsung juga akan menyudutkan kinerja pemimpin itu sendiri. kehadiran, sikap dan peran seorang Pemimpin merupakan suatu keharusan yang wajib untuk dilakukan demi kepentingan umum, juga bentuk wujud nyata atas kepeduliannya terhadap rakyatnya. kalau tidak, kehadiran jabatan seorang pemimpin hanya akan dikenang sebagai dongeng anak-anak pengantar tidur.

Satu sisi lain, “Rakyat” adalah motor penggerak berjalannya sistem demokrasi dalam menentukan Calon Pemimpin demi lajunya roda pemerintahan yang bersih, merata, agamis, inspiratif, berwibawa, demi terwujudnya kenyamanan berlandaskan Pancasila :

1. Ketuhanan yang maha esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat dan kebijaksanaan dalam permusyarawatan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rakyat, kedepan harus jeli untuk menentukan pilihan dalam memilih calon pemimpin. Bukan memantaskan tapi harus diprioritaskan untuk yang pantas. Karena Calon Pemimpin yang baik tidak terlahir dari setumpuk uang dan berlian, namun terbiasa dalam kesederhanaan, sehingga dirinya tau apa yang menjadi harapan rakyat yang dipimpin sebagai tumpuan dan kepercayaan.

(Don).

Bagikan :