Antusias Dan Respon Masyarakat Dalam PILKADES 2021

Kerinci- jendelapublik.com. Antusias Dan Respon Masyarakat Dalam Pilkades Serentak di Kabupaten Kerinci. 23/02/2021

Perhelatan kontestasi politik dalam skala desa yang pemilihannya akan dilaksanakan pada bulan April mendatang tetap mengacu pada sistem demokrasi, dan merupakan hak sebagai warga desa dalam meyakini siapa yang pantas dan layak dipilihnya sebagai pemimpin  dalam suatu desa (Kepala Desa).

Dalam pengamatan dan pantauan media ini di beberapa Desa Dalam Wilayah Kabupaten Kerinci, ada 153 desa yang sedang melakukan pemilihan Kepala Desa defenitif. Antusias warga dalam mendaftarkan diri berdasarkan aturan yang ada, terlihat direspon dan banyak diminati dari berbagai kalangan latar belakang, bahkan juga ada yang dari PNS, Namun itu sah berdasarkan aturan.

Yang perlu kita garis bawahi bahwa, dalam menjadi seorang pemimpin atau Kepala Desa.Tidak hanya berbekal tumpukan uang siraman untuk mahar yang kita anggap lumrah,  Sebagai bakal calon kepala desa hingga menjadi calon tetap dan mutlak maju nantinya. Yang perlu ditanamkan, dimiliki oleh Calon Kepala Desa terpilih adalah niat yang baik dan utuh untuk menjadi Kepala Desa yang akan membawa suatu bentuk perubahan kearah lebih maju pada pemimpin sebelumnya, bukan malah sebaliknya tergiur dengan nominal dana desa.

Tidak jarang tumpukan uang tersebut menjadi suatu bentuk jebakan bagi Kepala Desa hingga meringkuk di Jeruji Besi. Pasalnya, janji manis serta visi dan misi saat mencalonkan diri ternyata berbuah pahit hingga lupa siapa seorang pemimpin itu pada hakikat yang sebenarnya.

Amanah masyarakat yang dipikul pada pundak seorang Kepala Desa juga terbaikan begitu saja, mirisnya lagi ia lupa siapa dirinya pada sebelumnya.

Penulis dari Media Jendela Publik.com juga tidak lupa mengajak terutama kepada seluruh calon Kepala Desa dalam wilayah Kabupaten Kerinci yang akan melaksanakan kontestasi politik dalam skala desa. Harapan kami siapapun yang terpilih nantinya merupakan yang terbaik dari yang terbaik hasil dari pilihan warga desa setempat berdasarkan garis tangan dan takdir Tuhan.

Baca Juga:  Tercorengnya Nama Forum Kades, Ulah Lukman Kades Ambai Bawah

Begitu juga dengan panitia pelaksana selaku penyelenggara, merupakan ujung tombak kesuksesan dan keberhasilan dalam menciptakan sebuah susana demokrasi kondusif tanpa adanya keberpihakan pada suatu calon.

Berkembang Isu dikalangan para calon kepala desa yang berkedok kesepakatan calon dalam administrasi pendaftaran, bukanlah hal baru dalam rentetan panitia pelaksana. Tapi terdapat suatu bentuk kejanggalan yang dianggap kurang pantas untuk dilakukan oleh sebagian beberapa desa kepada calon dalam batas kewajaran, yang dikabarkan Rp. 5.000.000 (Lima Juta Rupiah) hingga Rp.10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).

Dari angka diatas, secara tidak langsung akan membebani para calon. Bahkan tidak menutup kemungkinan calon kepala desa yang diyakini mampu dan menjadi panutan warga desa, yang tingkat ekonomi rata-rata akan menjadi tumbal bahkan bisa gagal karena tidak mampu untuk membiayai administrasi pendaftaran.

Sebagai penutup dari penulis, Pemimpin yang baik tidak terbentuk dari uang, karena seorang pemimpin adalah seorang pejuang. Dengan kata lain, sebagai seorang pemimpin ia harus mampu mengayomi masyarakat setempat menuju perubahan dan perkembangan kemajuan, baik perubahan peningkatan kualitas sumberdaya manusia maupun peningkatan kualitas berbagai infrastruktur.

Warga selaku pemilih juga harus pintar memutuskan sosok berkualitas, berani mengabaikan yang tak pantas.

(Don).

 

Bagikan :