AYO, Berpolitik Secara Sehat Tanpa Intimidasi, Netral Tanpa Keterlibatan, Profesional Dengan Kewajaran

Kerinci- jendelapublik.com. Politik Praktis Yang Bergelayut Bersama Kepentingan Sang Pemburu Jabatan, Saatnya Rakyat Tentukan Pilihan.

Minimnya netralitas dan bermunculan Intimidasi serta rayuan sang pemilik kepentingan. Rakyat adalah penentu nasib negerinya sendiri untuk mencari Calon Pemimpin yang dianggap mampu dan benar untuk menjadi seorang Pemimpin ditengah Rakyat.

Peka dan tahu apa yang sedang dirasakan, dibutuhkan oleh rakyat tentu menjadi tanggung jawab dari seorang Pemimpin itu sendiri. Secara tidak langsung akan menunjukan sejauh mana jati diri seorang Pemimpin mampu memberikan pembaharuan berupa edukasi, motivasi, realisasi disegala lini untuk rakyatnya.

Hal itu juga akan menunjukan wibawa atas rasa tanggung jawab dari seorang Pemimpin, dalam menyandang Amanah dari Rakyat. Sebelum, Sesudah dan Saat Memimpin.

Berangkat dari kata “Demokrasi” adalah suatu sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Artinya, rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu pemerintahan, dimana masing-masing dari mereka memiliki hak yang sama dalam upaya mengatur kebijakan pemerintahan.

Untuk itu jadilah pemilih bijak yang berani muncul melawan arus atas kepentingan oknum yang mengatasnamakan dirinya pro rakyat pada Moment Politik untuk terjun ketengah rakyat dengan sejuta pesona dan janji manis serta bujuk rayu bergabung dan membantu visi dan misi mereka menggapai cita.

Hal itu juga dianggap wajar dan sah-sah saja, pertanyaannya kemana saja mereka selama ini…? Mereka hanya muncul disaat kepentingan tertentu “POLITIK”, sudah terwujudkah harapan rakyat yang dijanjikan, dan sejauh mana perjuangan mereka, kepedulian mereka terhadap rakyat.

Pengabdian kepemimpinan mereka juga perlu kita telusuri dan diminta pertanggung jawaban, karena janji manis politik secara kasat mata dan realita banyak terdapat berbuah pahit saat duduk di kursi empuk.

Baca Juga:  MAKIN BERSEMANGAT AHMADI PERJUANGKAN UNTUK PERUBAHAN

*Rakyat*, Jadilah orang kecil yang berpikir besar, Jangan jadi orang besar yang selalu berpikir kecil dan sempit. Jadi, mari memilih Pemimpin yang kita anggap benar, bukan yang paling terkenal atau banyak uang.

“Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. Mari bersatu wujudkan mimpi.

Dalam berdemokrasi mari kita jaga tatanan Politik yang beradap serta santun demi tegaknya regulasi dalam supremasi hukum.

Dalam pandangan politik, berbeda itu wajar dan sah-sah saja, karena itu adalah bagian dari Demokrasi serta hak sebagai warga negara. Yang perlu kita garis bawahi politik tidak mengajarkan untuk merusak tatanan hubungan kemanusian apalagi sesama saudara, RENUNGKAN.

AYO, Berpolitik Secara Sehat Tanpa Intimidasi, Netral Tanpa Keterlibatan, Profesional Dengan Kewajaran.

☑️ Salam Awas: Redaksi Jendela Publik.

Bagikan :