Berkedok Lahan Kandang Ayam, Galian C Ilegal di Pungut Hilir Aktif Operasi

KERINCI- jendelapublik.com. Aktivitas pengerukan material tanah dan bebatuan di wilayah Desa Pungut Hilir, dengan dalih untuk lokasi kandang ayam, hingga saat ini tak kunjung selesai. Excavator masih terus bekerja, material pun dibawa dum truck.

Usut punya usut, aktivitas yang disinyalir galian C tanpa izin tersebut, milik Kades Pungut Hilir. Modus operandinya, untuk meratakan lokasi sebagai tempat membangun kandang ayam.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan alat berat dilokasi sudah berlangsung lama, kira-kira sudah tiga bulan. Tak masuk akal memang, untuk membuat lokasi kandang ayam pemerataannya memakan waktu 3 bulan, dan material dibawa keluar oleh dum truck, diduga kuat terjadi transaksi jual beli material, karena tak mungkin diberi secara cuma-cuma.

Warga setempat pun dibuat resah. Jika kegiatan tersebut terus saja beroperasi, bukan tidak mungkin membawa bencana, seperti banjir dan longsor yang mengancam akses jalan dan merugikan masyarakat banyak, apalagi jarak dari pemukiman warga sekitar 500 meter.

“Makanya kami khawatir banjir atau tanah longsor nanti. Ini juga bisa membuat jalan terputus, tentu kita masyarakat yang dirugikan,” ungkap salah seorang warga setempat.

Warga juga meyakinkan, bahwa aktivitas galian tersebut milik Kades Pungut Hilir. Bahkan warga meminta kepada pemerintah daerah atau aparat penegak hukum untuk segera menghentikan aktifitas pengerukan tanah dan bebatuan dilokasi tersebut.

“Kalau tidak segera dihentikan, kita masyarakat semakin cemas. Lebih baik mencegah sejak awal dari pada nanti membawa musibah,” ungkap warga.

Sementara itu, salah seorang supir truck pengangkut material galian C dari lokasi tersebut, juga mengakui bahwa galian C tersebut milik kades setempat. “Ya, galian C tanah dan batu ini milik Kades Pungut Hilir,” ujarnya.

Baca Juga:  Kakek Ba'i : Lansia Yang Butuh Perhatian Dari Pemerintah

Sementara itu Kades Pungut Hilir, Zamzari, ketika dihubungi wartawan, membantah. Dia berdalih bahwa aktivitas itu bukan galian C illegal, melainkan proses untuk pembuatan kandang ayam.

“Bukan galian C, itu cuma pemerataan untuk kandang ayam sama Pak Uci, untuk lebih jelas tanya dia (Pak Uci,red) di Pungut mudik,” jelas kades Pungut Hilir.

(*/Doni.JP)

Bagikan :