Bertahun-tahun Sertifikat Tanah Warga Batang Sangir Tak Kunjung Terbit

Kerinci- jendelapublik.com. Mencuat dugaan pungli pembuatan sertifikat tanah di desa Batang Sangir kecamatan Kayu Aro muncul kepermukaan. 11/02/2021

Sertifikat tanah bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah, satuan rumah susun dan hak-hak lain yang terdaftar agar dengan mudah dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan.

Lebih lanjut dijelaskan dalam Pasal 32 PP Pendaftaran Tanah bahwa sertifikat hak atas tanah merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat didalamnya, sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan.

Berdasarkan keterangan beberapa sumber terpercaya yang enggan namanya ditulis kepada media ini menuturkan, ” Pembuatan sertifikat tanah desa kami juga dipungut biaya secara bervariasi mulai dari nominal Rp.750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) hingga Rp.2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Hal ini dilakukan oleh Sekdes dengan memerintahkan lima orang kepala dusun untuk memungut dana tersebut kepada warga yang telah membuat sertifikat tanah +- sebanyak 60 orang.

Sekdes Desa Batang Sangir yang waktu itu Nani Sugianto.S merupakan Sekdes PNS dan sekarang juga telah menjabat sebagai PJS Kepala Desa Batang Sangir kecamatan Kayu Aro”. Ungkapnya

Satu sisi lain sumber mengungkapkan bahwa pungutan biaya pembuatan sertifikat tanah mulai 2016 sampai 2017 diperintahkan oleh Nani Sugianto yang menjabat sebagai Sekdes waktu itu kepada lima orang kepala dusun, mustahil dirinya tidak mengetahui kronologis tersebut.

“Lebih lanjut menurut keterangan sumber, miris sekali hingga saat ini warga juga belum mengantongi Sertifikat Tanah tersebut atau belum diserahkan oleh Pemerintahan Desa Batang Sangir┬ákepada warga selaku pemilik. Dan dugaan aliran dana pungutan untuk pembuatan sertifikat tanah tersebut diserahkan sama siapa.

Baca Juga:  UIN Sultan Taha Jambi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan PPL Di SMP Negeri 30 Muaro Jambi

PJS Kepala Desa Batang Sangir Nani Sugianto, saat dikonfirmasi awak media atas kejadian tersebut. Menepis adanya dugaan pungli tersebut dengan berdalih tidak ada pembuatan sertifikat tanah pada tahun 2019 sampai 2020 di desa Batang Sangir. Kalau untuk tahun 2016 ada, tapi tidak ada pungutan. Jelasnya

Simpang siur tentang tahun pembuatan sertifikat tanah di Batang Sangir, Sertifikat tanah warga belum juga diserahkan bertahun-tahun tanpa ada kepastian.

“Warga juga berharap kepada Pemerintahan Desa Batang Sangir Kecamatan Kayu Aro, untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini. Beberapa warga juga meminta untuk membantu menggali informasi lebih lanjut terkait penerbitan sertifikat tanah yang tak kunjung selesai.

Yang lebih penting lagi siapa dalang dibalik semua ini, sengaja ataukah karena kepentingan yang terselubung”. Ujar Sumber

(Tim).

Bagikan :