Cetak Qori-qoriah Handal Pada Kegiatan Bulan Suci Ramadhan, Pemdes Sebukar Gelar Pelatihan MTQ

KERINCI- jendelapublik.com. Pemerintah Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, pada Kamis (15/04/2021) hari ini resmi melaksanakan pembinaan dan pelatihan kaderisasi Qori dan Qoriah selama bulan Ramadhan.

Bertempat di Masjid Raya Desa Sebukar, kegiatan ini dibuka langsung oleh KUA Sitinjau Laut, Maksalades. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, seluruh Pelatih, dan para ulama di Desa Sebukar, serta Panitia dan Peserta pelatihan MTQ.

Kepala Desa Sebukar, Syukran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan untuk mengisi Bulan suci Ramadhan, dengan tujuan untuk memberikan pelatihan dan pembinaan kaderisasi yang akan mengikuti lomba baik itu Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) maupun Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kecamatan maupun Kabupaten nantinya.

Tujuannya, agar mempunyai kualitas baik dan mempunyai keterampilan yang baik di bidangnya. Sehingga, anak-anak dan remaja ini bisa berhasil, sehingga dapat membanggakan Desa Sebukar terutama orang tua dan juga bisa meningkatkan kualitas di bidang yang akan diperlombakan pada saat MTQ nantinya.

“Kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi muda yang qurani dan dapat memberikan kebanggaan bagi kita semua, semoga kedepannya perjalanan hidup mereka bisa baik dan tercapai cita-citanya,” harapnya.

Sementara itu Kepala KUA Sitinjau Laut, Maksalades, dalam sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan rekap yang ada di KUA. Dahulunya, Pemerintah Desa Sebukar mempunyai Qori-qoriah yang handal, dan sering menjadi yang terbaik setiap pergelaran MTQ. “Namun seiring berjalannya waktu, semakin berkurang,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemdes Sebukar dibawah kepemimpinan Syukran saat ini. Pasalnya, mempunyai tujuan membangkitkan kembali bakat-bakat Qori-qoriah di Desa Sebukar, yang selama ini kita ketahui punya bakat dan mampu untuk bersaing dengan yang lainnya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Dapil IV Mandul Tidak Bernyali Sikapi Kisruh Adat Dalam Wilayahnya

(*).

Bagikan :