Direktur LSM GASAK: Berhembus Dugaan Adanya SPJ Reses Fiktif Anggota DPRD Dapil IV

Kerinci- jendelapublik.com. Kejahatan di Indonesia makin hari, modusnya kian bertambah. Kali ini, aroma baru tercium pada lembaga terhormat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kerinci.

Reses yang semestinya sebagai sebuah wadah bagi rakyat menyampaikan aspirasi pada anggota DPRD sebagai wakilnya di parlemen, ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah oknum nakal anggota legislatif tersebut untuk memperkaya diri sendiri. Dengan menyampaikan SPJ Fiktif kepihak Sekretariat Dewan. Mulai dari memanipulasi absen, dokumen fhoto hingga makan minum peserta dan sewa gedung, semuanya dilahap habis.

Hal tersebut diungkapkan Direktur LSM GASAK (Edia Satria) kepada media ini “Anggota Legislatif wilayah daerah Pemilihan IV (Empat) Kecamatan Sitinjau laut, Batang Merangin, dan Danau Kerinci. Berhembus dugaan adanya pengakuan dari beberapa Kepala desa di wilayah tersebut, sejumlah Anggota DPRD tanpa malu meminta tanda tangan SPPD reses yang kegiatan tersebut tanpa dilaksanakan sama sekali. Padahal seharusnya kegiatan ini mutlak harus dilaksanakan walau harus dengan mengikuti protokol kesehatan. Jelasnya

Lebih lanjut dirinya menuturkan, Pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci hingga saat ini belum memberikan komentar, hanya saja sebuah pengakuan dari beberapa staf yang mengaku seringkali ribut dengan anggota DPRD karena banyaknya kejanggalan dalam SPJ yang diserahkan. “Kito cuma staf, maleh ribut dengan uhang itu, maso iyo dana segitu nak dimakan jugo” ujar sumber dengan dialek daerahnya.

Edia Satria (Direktur LSM Gasak) juga sangat menyayangkan sekali, hal ini jelas sebuah bentuk pelanggaran yang tidak bisa ditolerir, hal tersebut amat bertentangan dengan UU MD3 dan aturan lainnya yang mengikat.

Selaku wakil rakyat, seharusnya mereka dapat memberikan contoh yang baik, bukan malah mengibuli rakyatnya dengan cara yang culas, bisa hancur negeri ini” keluhnya.

Baca Juga:  PJS Batang Sangir: Pembuatan 200 Sertifikat Tanah Tanpa Ada Pungutan

(Tim).

Bagikan :