Heboh..Oknum Dosen PNS Cabul Perguruan Negeri Kerinci Kembali Viral

Kerinci- jendelapublik.com. Kembali Viral di media sosial, Salah satu oknum Dosen PNS di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, di kabarkan lakukan pelecehan seksual kepada 13 orang Mahasiswi.

IAIN Kerinci, yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri satu-satu nya yang berlatar belakang Islami, Berhembus kabar tidak sedap dikalangan Mahasiswa/i di Kampus tersebut.

Pasalnya, salah satu oknum Dosen berinisial (MR) yang bertugas di Kampus Negeri Kerinci melakukan motif kepada pelaku dengan mengagalkan nilai mahasiswinya, dan meminta mahasiswinya datang sendiri ke rumah atau kedalam ruanganya yang tertutup untuk memperbaiki nilai.

Disitulah mahasiswinya dirayu akan diberi nilai lebih asal mau melakukan sesuatu untuknya bahkan mahasiswi yang takut akan nilainya drop rela diremas, dicium bahkan berhubungan badan.

Sumber juga meminta pihak kampus menindak lanjuti dosen yang berinisial (m) ini, karena orang ini adalah predator sex, bahkan aksinya sudah dilakukan selama 10 tahun lamanya. Kejadian tersebut sudah diketahui pihak kampus dan mahasiswinya juga sering melapor tapi pihak kampus, seolah-olah sengaja membiarkan saja kasus ini dengan alasan tidak punya bukti.

” Ingat bukan satu dua orang yang menjadi korban tapi ada banyak sekali korban tapi pihak kampus hanya diam, kami punya 15 saksi yang baru, kami temukan kelima belas mahasiswi ini mengaku pernah dilecehkan dosen berinisial (m), awalnya kami ingin melimpahkan semua ini kepolisi namun kami masih mempertahankan harga diri IAIN sebagai Fakultas Islam dan kami masih menungu i’tikad baik dari pihak kampus untuk mengeliminasi dosen ini, dan saya rasa pihak kampus tau siapa dalang yang berinisial (m) ini segera tindak lanjuti.

Dosen bersangkutan saat dikomfirmasi awak media ini, untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Sedang tidak berada ditempat, begitu juga di inbox melalui pesan messager yang aktif namun tidak merespon.

Baca Juga:  PANWASLU KABUPATEN KERINCI RESMI TUTUP PENDAFTARAN PANWASCAM

(Tim).

Bagikan :