HINDARI KRISIS MORAL INI PESAN KEPALA KEMENTERIAN AGAMA KOTA SUNGAI PENUH

Hindari Krisis Moral, ini Pesan Kepala Kementerian Agama Kota Sungai Penuh.

Sungai Penuh,07/07/2019,jendelapublik.com.
Peduli dengan Krisis Moral yang melanda sebagian remaja, Kepala Kementerian Agama Kota Sungai Penuh angkat bicara.

Pendidikan Agama Islam diharapkan bisa membentengi generasi muda dari krisis moral dan akhlak dari pengaruh kemajuan zaman baik pengaruh teknologi maupun arus globalisasi

Munculnya kasus kriminalitas remaja bukan hanya persoalan pemahaman agama tapi juga masalah mentalitas psikologis. Antara lain, mentalitas remaja di tengah-tengah keluarga.

Kamenag Kota Sungai Penuh  (H.Pahrizal.S.Ag,MM ) saat dihubungi media ini “menyampaikan
Sebagaimana yang diterangkan dalam Firman Allah Surat At-Tahrîm:6 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

“Dari ayat diatas kita diwajibkan oleh Allah untuk menjaga diri dan keluarga dari kezhaliman.islam juga menyuruh kita untuk berjiwa sosial selagi tidak melampaui batas.ucapnya

Ia juga menambahkan bahwa dalam mengatasi terjadinya kenakalan remaja dibutuhkan peran orang tua secara lebih mulai dari rumah,dengan membatasi pengaruh media elektronik yang yang tidak bermanfaat bagi anak-anak,mengisi  waktu luang dengan hal yang positif dan berbau agamis.

sebab Islam sudah mengatur manusia dari hal masalah terkecil hingga masalah terbesar dan pembentukan karakter akhlak mulia sejak dini melalui keluarga, ajari shalat dari kecil, mengaji di TPQ,dan yang tak kalah pentingnya adalah kontrol dan pembinaan keluarga”.

Kami atas nama Kepala Kementerian Agama Sungai Penuh juga selalu berupaya semaksimal mungkin mengayomi melalui kepala madrasah untuk memberikan pendidikan secara prima disekolah yang dipimpinnya tentang pentingnya etika,adab,sopan santun,dan akhlak mulya terhadap siswa /siswi remaja putra maupun putri.

Baca Juga:  Kasus Ijazah Palsu Wilmen, Arya LSM Geransi Gandeng Pengacara Tigor Simatupang

Dan yang terakhir kurangi menggunakan media sosial untuk mengantisipasi munculnya pengaruh yang negatif apalagi dalam proses belajar di sekolah ,tutupnya.

( Don )

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *