Kapolres Merangin Sosialisasi Masalah Hukum Kepada Beberapa Tumenggung (SAD).

Merangin- jendelapublik.com. Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan Memberikan Sosialisasi dan Mediasi Tentang Hukum Kepada Suku Anak Dalam (SAD), terkait dengan adanya salah satu warga Suku Anak Dalam (SAD) melakukan tindak pidana curanmor di wilayah hukum merangin. 02/11/2020

Kapolres, segera melakukan pertemuan dengan warga (SAD) guna memberi masukan dan penjelasan tentang sekelumit hukum yg ada di indonesia, terutama keterlibatan proses hukum salah seorang warga Suku Anak Dalam berinisial (R) yang melakukan tindak pidana cranmor di wilayah merangin.

Pertemuan yang bertempat di Aula Polres Merangin bersama Suku Anak Dalam (SAD) juga dihadiri Kabit PUKS Dinas Sosial Merangin (Gatot Teguh Yulianto), Sekcam Tabir Barat (Iwan Indrawan), dan Kasi Dinas Sosial (Azrul Efendi).

Tidak ketinggalan pada acara tersebut turut hadir beberapa temenggung dari Suku Anak Dalam: Tumenggung Bujang Kriting dari Desa Sungai Ulak, Tumenggung Jang dari Desa Sungai Ulak, Tumenggung Yogi dari Desa Sungai Ulak, Tumenggung Carak dari Desa Bukit Bungkul dan Tumenggung Braham dari Desa Bukit Beringin.

Warga SAD yang terduga sebagai pelaku curanmor berinisial (R) di tangkap dibukit beringin Kecamatan Bangko Barat oleh SATRESKRIM Polres Merangin. Dari kejadian tersebut pihak dari warga suku anak dalam meminta kepada pihak Polres untuk melepaskan keluarga mereka yg ditahan.

“Kami minta keluarga kami dilepas ungkap salah satu warga suku anak dalam kepada pihak polres merangin.

“Kapolres Merangin (AKBP Irwan Andy, mencoba memberi pencerahan, (Negara kita ini adalah negara hukum, setiap keputusan tidak bisa diambil sepihak dari polres merangin saja, pihak merangin saat ini hanya menjembatani dan memproses sesuai aturan yg ada diwilayah kita ini.

Baca Juga:  Terkait Dengan Covid-19, IWO Kerinci Dan Sungai Penuh Minta Tim Gugus Memberikan Peningkatan Pencegahan

Harapan kami Pihak Polres kepada warga suku anak dalam, agar dapat bersama-sama menjaga situasi, tidak mudah terprovokasi dan harus memberikan pemahaman kepada teman-teman yg lain, Tutupnya.

Dipenghujung acara setelah melakukan mediasi dengan warga suku anak dalam, dilanjutkan dengan makan siang bersama, sehingga suasana dilokasi acara kembali terasa akrab, bersahabat dan berjalan lancar.

(Almasri).

Bagikan :