Kasus Dugaan Ijazah Palsu Johani Wilmen Berlanjut di Mabes Polri

KERINCI, JAMBI – jendelapublik.com. Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan Johani Wilmen memasuki babak baru. Kasus tersebut kini ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri. Perkembangan terbaru kasus tersebut, saat ini sudah keluar Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Hal tersebut disampaikan oleh pelapor, Arya Candra. Dia menegaskan kasus tersebut tidak berhenti. Bahkan Bareskrim Mabes Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Pada tanggal 25 Maret lalu, SP2HP sudah terbit. Saat itu saya ke Bareskrim, sekalian mengurus perkara lain. Saat itu, penyidik menyampaikan SP2HP kasus tersebut diterbitkan, ” ungkapnya.

Dengan terbitnya SP2HP, lanjut dia, ini menandakan keseriusan penyidik menanagani kasus tersebut, yang sebelumnya sempat tertunda gegara pandemi Covid-19 dan Pilkada serentak 2020.

 “Kita akan mengajukan alat bukti tambahan dan saksi. Agar kasus ini dapat segera ditangani dan diproses, ” katanya.

Dia menambahkan, kasus tersebut sengaja dilapor ke Bareskrim Mabes Polri dan dia juga meminta kepada Bareskrim untuk tidak dilimpahkan ke jajaran Polda dan Polres.

“Pihak Bareskrim juga sepakat dan siap menindak lanjuti kasus tersebut, dan tidak melimpahkan ke jajaran tingkat daerah. Ini bentuk komitmen keseriusan kita dan Bareskrim dalam perkara ini, ” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus yang melibatkan Wilmen adik kandung Bupati Kerinci yang dilapor tersebut, berkaitan dugaan pemalsuan dokumen, mulai dokumen identitas yang dimudakan tahun kelahiran, dan berpengaruh pada dokumen penting lainnya seperti ijazah untuk keperluan tes dan pengangkatan sebagai PNS pada tahun 2009 dan 2010 silam, di Pemkot Sungaipenuh.

Dari berkas laporan, dokumen Wilmen tertera tahun lahir 1976, sementara dari data dan sumber yang dihimpun, tahun kelahiran Wilmen adalah 1972. Ini juga diperkuat oleh keterangan beberapa pihak yang seangkatan dengan Wilmen, dan didukung data lainnya. Terkait data tersebut, terindikasi adanya modus pemalsuan sejumlah dokumen untuk memuluskan langkah Wilmen saat menjadi PNS.

Baca Juga:  CAMAT SUNGAI BUNGKAL UCAPKAN SELAMAT KEPADA ANGGOTA DEWAN KOTA SUNGAI PENUH YANG TELAH DILANTIK

(*).

Bagikan :