Kepala Sekolah SDN 129/III Koto Tengah: Pemecatan Dua Guru Honorer Secara Sepihak Itu Tidak Benar

Kerinci- jendelapublik.com. Terkait munculnya informasi dugaan pemecatan 4 tenaga honorer di SDN 129/III Koto Tengah Kecamatan Kayu Aro secara sepihak itu tidak benar. 23/10/2021

Dari hasil konfirmasi awak media dengan Kepala Sekolah di ruang kerjanya Sabtu 23/10/21, bahwa Tenaga Honorer yang diberhentikan ada dua orang pada tahun 2019 yaitu, Suri Yati Fajri dan Reni Gusnalya dikarenakan tidak mau mengikuti peraturan di SD 129 Koto Tengah , untuk bersedia melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan yang ada.

Setelah dilakukan pembinaan dari sekolah, namun oknum tenaga honorer tersebut semakin malas masuk kantor untuk melakukan kewajibannya melaksanakan tugas, hingga berlarut enam bulan berturut-turut tidak masuk tanpa memberi keterangan yang jelas.

Upaya Kepala Sekolah sudah dilakukan dengan menghubungi yang bersangkutan, jika tidak bisa melaksanakan tugas lagi untuk rutinitas mengajar agar membuat surat pengunduran diri.

Namun hal tersebut tidak diindahkan, hingga Kepala Sekolah Elmida mengambil keputusan untuk mencari tenaga honorer yang baru agar proses kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik. Sementara itu dua oknum tenaga honorer tersebut juga tidak mempermasalahkan lagi hal ini tapi anehnya kok muncul persoalan ini ke publik padahal kejadian 2019.

“yang menggantikan dua tenaga honorer adalah Hepy Yulia Fitri dan Elnida hingga saat ini masih aktif mengajar di SDN 129/III Koto Tengah dan sudah terdaftar di Dapodik.

Sementara Neni Susanti itu sudah lama mengundurkan diri pada tahun 2018 karena mengalami sakit pada pita suara, dari pihak sekolah juga sudah meminta agar dirinya tetap masuk dan tidak mengundurkan diri mengingat Neni sudah K2 NUPTK, Neni kondisinya memang masih sakit dan tidak sanggup lagi melaksanakan tugas dirinya juga sudah ikhlas dengan semua pengabdiannya selama ini”. Ungkap Elmida Kepala Sekolah SDN 129/III Koto Tengah

Baca Juga:  Bupati Kerinci Lantik 51 Kepala Desa Terpilih di Zona I

Pemberhentian sepihak dari Elmida Kepala Sekolah SDN 129/III Koto Tengah itu tidak benar, karena tujuan Kepsek tetap ingin sekolahnya maju dan menerapkan kedisiplinan dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) jika ini disalah artikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tentunya akan merusak dunia pendidikan.

“Ditambahkan Emilda, Kepala Sekolah yang ditudingkan mencari suaka di media lain juga tidak benar, ini mengingat media yang memberitakan pertama kali tidak melakukan konfirmasi hanya menerima informasi sepihak saja, malah meminta bantuan kepada media lain untuk membantu mengekspos berita yang sama dan ini sungguh sangat tidak etis sekali”. Ungkapnya lagi

(*/Doni.JP)

Bagikan :