Kerajaan Ujung Pagar Uyung Pulau Sangkar, Mengupak Adat Menyumbing Lembago Sakti Alam Kerinci

Kerinci – jendelapublik.com. Depati Kepalo Sembah Semurup (Andi Andalas) mengutuk keras keberadaan Depati Rencong Telang Kerajaan Pagar Uyung di Pulau Sangkar.

Ratusan tahun yang silam Para Pemangku Adat Alam kerinci hanya mengenal Depati Rencong Telang pulau sangkar, Munculnya Depati Rencong Telang Kerajaan Ujung Pagaruyung Pulaw Sangkar, berarti telah mengupak Adat dan menyumbingkan lembaga Sakti Alam kerinci.

Untuk itu, melalui sidang Adat yang dihadiri oleh Depati 4 dengan 8 helai kain Alam kerinci di wilayah Depati EmpatĀ  Biang Sari Pengasi Lama pada hari minggu 20 Desember 2020 beberapa hari yang lalu, sudah melahirkan keputusan yang bulat, memberi sangsi denda (Hutang) beras seratus kebau seekor.

Itulah sangsi hukum Adat yang berlaku di Alam kerinci selama ini bila sesiapa saja mengupak Adat menyumbing lembaga. Hutang mesti dibayar, sesat surut, telangkah kembali, kufur taubat, gawa menyembah.

Apabila denda (Hutang) tersebut tidak dibayar, kesalahan tidak diakui, maka Seluruh para Depati Alam kerinci akan lepas tanggungg jawab terhadap sesiapapun yang telah merusak Adat. Tidak lagi di ingatkan pagi, tidak lagi di knanokan petang.

Bilo Hanyut idak dipinteh, tanapal tidak digali, cundung idak ditungkat, rebah idak dibangkit, ke gunung idak disigai, ke langit idak diasap.

(Don).

Bagikan :