Ketua LSM GMPKN Angkat Bicara Terkait Dugaan SPPD Fiktif Dilingkup Dinas Kesehatan Sungai Penuh

Sungai Penuh-jendelapublik.com. Berdasarkan fakta dan kondisi yang ada, Permasalahan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang melanda Bangsa Indonesia ini sudah sangat kronis dan telah terjadi bahaya laten bagi kelangsungan azas umum Pemerintahan yang baik. 12/10/2021

Tindak pidana korupsi merupakan bentuk Pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan Hak hak ekonomi masyarakat, sehingga hal ini bukan lagi digolongkan kejahatan biasa melainkan telah menjadi kejahatan yang luar biasa.

Seperti halnya yang terjadi atas adanya dugaan kuat di Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, yang mana Kabid Promkes dan yang juga menjabat Plt. Kabid P2P, disinyalir berani memfiktifkan Perjalanan dinas Staf nya serta Memungut kembali Anggaran yang masuk kerekening melalui Transfer dan Pengembalian tunai.

Hal ini terungkap berdasarkan keterangan Terakhir sumber kepada salah satu awak media. “Saya siap bersaksi di pihak hukum, bila keterangan saya ini dianggap mengada-ngada”. Ujar Sumber

“Benar anggaran Perjalanan Dinas
setelah cair masuk ke rekening ditagih lagi, terus diminta transfer kembali ke rekening Kabid setelah 15% disetor dari uang masuk. Selanjutnya sisa uang masuk ditransfer semua.

Selain itu ada lagi beberapa staf yg hanya dipinjam namanya untuk perjalanan dinas, setelah cair masuk ke rekening diminta semua dananya. Berarti ini diduga Sppd fiktif”. Sambung sumber kembali

Secara terpisah Ketua Umum LSM- GMPKN Kerinci dan Sungai Penuh bersama salah satu awak media saat menghubungi Kabid Promkes dan Plt Kabid P2P, dirinya Membantah tentang Pungutan terhadap Staf serta potongan 15%.

“Perjalanan keluar daerah saya yang menanggulangi pembiayaan lebih awal. Sebab Staf yang ikut keluar daerah tidak mengeluarkan uang” Ungkapnya.

Kemudian disinggung potongan 15%, oleh Yusup Basri, dirinya menjawab tidak tau dan tidak mau komen, itu tanya langsung ke Kadis. Terakhir mengenai Sppd Fiktif, itu juga tidak benar.

Baca Juga:  Pembangunan Saluran Drainase Desa ENSATU Menuai Sorotan Publik

Yusup Basri selaku Ketua Umum LSM-GMPKN sangat menyesalkan atas kejadian tersebut. Apalagi Kadis Kesehatan Zulfikri seakan-akan tutup mata atas perbuatan bawahannya, dan terkesan menghindar saat konfirmasi. Hal ini terbukti beberapa kali dihubungi baik melalui Phone Seluler, dan WhatsApp tetap tidak merespon.

“Kita akan gali lebih dalam lagi kasus ini serta pendalaman bukti, jika ini benar adanya. Akan kita laporkan”. Tegas Yusuf Basri Ketua LSM-GMPKN

(*).

Bagikan :