LSM Getar: PJS Kades Bedeng Baru Ternyata ASN Kantor Camat Kayu Aro

Kerinci- jendelapublik.com. Pejabat Sementara Kepala Desa Bedeng Baru, Ternyata ASN Kantor Camat Kayu Aro.

Pemerintah Kecamatan yang merupakan lintas sektor dalam pembinaan desa menuju capaian kemajuan dalam berbagai bentuk bidang, merupakan ujung tombak dari seluruh Pemerintahan Desa yang ada dalam satu Kecamatan dengan melakukan berbagai bentuk pembinaan sehingga menjadi contoh teladan bagi masyarakat.

Berbagai bentuk upaya agar capaian sukses dan majunya kegiatan secara otomatis tidak terlepas dari monitoring dan pembinaan dari pihak Kecamatan terkait selaku yang membidangi.

Beredar pemberitaan beberapa hari lalu oleh media ini, terkait dugaan minimnya kualitas mutu bangunan drainase di Desa Bedeng Baru Kecamatan Kayu Aro. Yang tidak lain dan tidak bukan selaku Pjs Kepala Desa adalah (Ardi), yang dikabarkan  juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kantor Camat Kayu Aro.

“Wardizal Selaku Ketua Umum LSM Getar, kepada media ini kembali menuturkan. Saya sudah turun kembali memantau hasil dari proses pembangunan drainase Desa Bedeng Baru, karena dari pengamatan saya hasil dari pembangunan tersebut jauh dari kata sempurna dan kurang memuaskan, atau cacat mutu.

Pejabat Sementara Kepala Desa Bedeng Baru (ARDI) Kecamatan Kayu Aro, sulit sekali ditemui untuk mempertanyakan hal tersebut. Sebagai Aktivis, sudah semestinya kita  akan memonitoring dana anggaran pembangunan, agar tidak terjadinya penyelewengan anggaran yang mengakibatkan cacatnya mutu dari sebuah bangunan drainase.

Apalagi menurut informasi, Hardi selain menjabat sebagai PJS Kepala Desa Bedeng Baru, juga sebagai ASN yang bertugas di Kantor Camat Kayu Aro. Sudah semestinya memberikan contoh yang baik untuk calon Kepala Desa defenitif. Ungkapnya

Lanjutnya lagi, hal ini tentunya tidak bisa kita biarkan begitu saja. atas nama Ketua Umum LSM Getar saya akan meminta Pemerintah Kecamatan Kayu Aro melalui Camat, agar memanggil Hardi Pjs Kepala Desa selaku pengguna anggaran penuh untuk mempertanggung jawabkan kualitas dari pembangunan drainase di desanya.

Baca Juga:  Perdana, Desa Baru Semerah Satu-Satunya Desa Yang Miliki Ambulan Di Kecamatan Tanah Cogok

Terakhir, yang tidak kalah menarik. kita juga akan mempertanyakan anggaran pembangunan drainase tersebut, karena kita tetap mengacu pada dugaan penyunatan anggaran pembangunan yang mengakibatkan kurangnya kualitas mutu bangunan, secara otomatis akan mengacu pada indikasi Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN). Tegasnya

(TIM).

Bagikan :