Peduli Konsumen, Distribusi Bio Solar SPBU Pelayang Raya Selalu Terealisasi Mesti Terdapat Berbagai Asumsi

Sungai Penuh- jendelapublik.com. Dalam melakukan realiasi transaksi jual beli bahan bakar subsidi jenis bio solar bagi masyarakat. Baik untuk pelaku usaha maupun kendaraan mobil, tidak jarang mendapatkan cuitan miring dari beberapa kalangan. 14/10/2021

Pada sisi lain dari pihak penyedia bahan bakar subsidi jenis bio solar dari SPBU Pelayang Raya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan berbagai macam cara, agar pemenuhan bahan bakar kebutuhan bagi pelaku usaha dan kendaraan bisa stabil.

Namun dari sekelumit tentang SPBU Pelayang Raya, tidak jarang memicu kemacetan di Sepanjangan badan jalan Nasional.

Direktur utama SPBU Pelayang Raya Sakdiah dalam jumpa Pers bersama insan Pers dan LSM wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, yang bertempat di Aula Cafee samping SPBU. banyak bercerita tentang apa yang menjadi permasalahan beberapa bulan terakhir ini, terutama seringkali terjadi kemacetan panjang.

“Dari pihak SPBU sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar bagi pelaku usaha dan kendaraan, munculnya beberapa asumsi yang tidak baik yang ditujukan kepada pihak SPBU Pelayang Raya, itu kami anggap lumrah” Ungkap Sakdiah Pengelola SPBU

“Sambungnya lagi, keterlambatan pengisian bahan bakar jenis bio solar di SPBU Pelayang Raya terkadang disebabkan keterlambatan pihak Pertamina dalam memasok bahan bakar, selain itu saat bahan bakar sudah dipindahkan ke bak penampungan SPBU, juga belum bisa kita lakukan pengisian langsung. Karena bahan bakar perlu kita endapkan beberapa Jam.

Secara hakiki, dari berbagai asumsi yang dilemparkan kepada kami hingga menyalahkan. Pada intinya kami tidak mau lagi menjual bahan bakar subsidi jenis bio solar yang pada akhirnya menimbulkan banyak beban moral kepada kami, cukup bahan bakar bensin, dexlite, pertamax.

Baca Juga:  Kabid PAUD PNF Akan Monitoring Keberadaan Dan Ke Aktifan PAUD Di KERINCI

Satu sisi lain ada suatu bentuk beban tanggung jawab dan kepedulian terhadap konsumen yang menggunakan bahan bakar subsidi jenis bio solar.

Secara etika bisnis kami juga ingin fokus dan mencari kenyamanan, kalau fokus dengan bahan bakar bensin, dexlite, pertamax saja.

Pada intinya, kami hanya berusaha memberikan pelayanan prima bagi konsumen, kalaupun masih ada asumsi miring tentang kami akan kita maklumi saja, dan itu sudah lumrah”. Tutupnya

(Doni. JP)

Bagikan :