Penyesatan Sejarah Dan Tatanan Adat di Luhak Kerinci Terbukti

Kerinci- jendelapublik.com. Depati Empat Delapan Helai Kain, Tolak keberadaan depati rencong telang ujung kerajaan pagaruyung di Bumi Sakti Alam Kerinci. 07/02/2021

Terungkap dan terbukti adanya penyesatan sejarah dan tatanan adat di Kerinci selama ini, berbagai upaya telah dilakukan penggalian sejarah Adat, nyatalah sudah Lembaga Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung hanyalah kepentingan Oknum yang dianggap sengaja melakukan hal itu.

Adat busendi syarak, syarak busendi kitabulloh. Berdasarkan keputusan adat dan mufakat bersama Depati Empat Alam Kerinci di tanah Rawang. Terkait penyesatan sejarah yang ada di wilayah kerinci, oleh Lembaga Adat Ulayat Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar, sehingga menimbulkan dualisme Adat yang ada di kerinci terutama dalam ulayat Adat desa Pulau Sangkar.

Hal tersebut, tentunya merusak tatanan adat yang ada di Luhak Alam Kerinci. Lebih jauh tentunya akan menimbulkan keresahan ditengah masyarakat setempat dan Kerinci pada umumnya.

Sumbangnya tatanan Adat di Kerinci yang dilakukan oleh Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung membuat Petinggi Adat menjadi geram, sehingga petinggi Adat dari Sumatra Barat turun untuk membantu meluruskan perkara tersebut yang pada dasarnya juga akan merusak dan menjual nama baik Adat mereka oleh kepentingan Oknum yang mengatasnamakan dirinya Lembaga Adat Ulayat Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung.

Petinggi-petinggi Adat dari Sumatra Barat juga tidak membenarkan hal tersebut, sehingga Oknum juga dianggap telah mencoreng nama baik Adat Minang.

Terkait kejadian tersebut, sebagai wewenang dan tanggung jawab Empat Depati Tertinggi di Kerinci, Depati Atur Bumi, Depati Muaro Langkap, Depati Biang Sari, Depati Rencong Telang bersama kembang dengan rekan sesuai dengan hasil duduk bersama di Tanah Rawang mengambil suatu bentuk keputusan, yang dianggap pantas dan wajar setelah ditilik ditentang sepanjang Adat Kerinci, dihadapan masyarakat dan tokoh masyarakat yang ada di kerinci serta didampingi oleh kembang dengan rekan Depati Situo Kemantan, Depati Kepalo Sembah Semurup, Depati Serah Bumi Seleman, Depati Dua Ninek tanah Rawang, Depati Mudo Tirawamg Lidah Penawar. di depan hal layak ramai yang disampaikan oleh Depati Atur Bumi Hiang, dengan hasil Keputusan:

Baca Juga:  MAHASISWA KKN STIE KERINCI POSKO 5 KOTO DUO LAMA BERHASIL MENDIRIKAN BUMDES MUARA SEMURUP

1. Tidak mengakui adanya Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar,

2. Membubarkan Pemangku Adat, Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar,

3. Memberikan Sangsi Adat Beras Seratus Kerbau Seekor Kepada Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung.

Depati Atur Bumi Hiang, mewakili Depati Empat Alam Kerinci bersama kembang rekan juga meminta Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar, untuk dapat mengindahkan keputusan tersebut. Demi tegak dan berjalannya hukum Adat di Alam Kerinci ini.

Namun dalam hal ini, dalam sangsi Adat yang telah diberikan kepada Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung, Depati Empat Alam Kerinci bersama kembang dengan rekan akan duduk bersama di Tanah Rawang, agar tidak adanya lagi penyesatan sejarah dan adat di Kerinci ini.

Tim: Aliansi Bumi Kerinci

Bagikan :