PJS Batang Sangir: Pembuatan 200 Sertifikat Tanah Tanpa Ada Pungutan

Kerinci- jendelapublik.com. Pembuatan sertifikat tanah untuk warga Desa Batang Sangir Kecamatan Kayu Aro tidak ada pungutan. 16/02/2021

Nani Sugianto, SE, PJS Kepala Desa Batang Sangir Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci, mengklarifikasi secara resmi terkait adanya tudingan atas dirinya dalam melakukan pungutan biaya pembuatan sertifikat tanah semasa dirinya menjabat sebagai Sekretaris Desa.

Hal itu diutarakan Nani Sugianto di rumah pribadinya yang sekarang ini sudah menjabat sebagai PJS Kepala Desa Batang Sangir, melalui media ini dirinya menuturkan, ” Untuk pembuatan sertifikat tanah sejak tahun 2016 sebanyak 200 pengusulan sertifikat tanpa ada pungutan, 2017 usulan tersebut mulai diproses sehingga tahun 2018 sudah siap diterbitkan atau selesai.

“Gelombang pertama dari jumlah usulan 200, diserahkan 180 sertifikat tanah, yang kedua 20 sertifikat tanah. dan dari jumlah 20 sertifikat tanah yang diserahkan terdapat kekeliruan atau kesalahan teknis sebanyak 10 sertifikat, yang mana sertifikat tersebut tidak sesuai dengan hasil atau fakta dilapangan ( nama, tempat, dan letak ) sehingga 10 sertifikat tersebut kita lakukan pendataan ulang sesuai fakta yang ada dilapangan untuk diusulkan kembali ke pihak Pertanahan Kerinci agar diproses, jadi sisanya 10 sertifikat yang belum siap hingga saat ini dari jumlah keseluruhan 200 usulan. Jelasnya

“Lanjutnya lagi, 190 sertifikat tanah dengan kriteria perumahan sudah kita serahkan semuanya kepada pemilik. 10 sertifikat tanah lainnya menunggu proses pencocokan, namun kita akan berupaya untuk selalu koordinasi dengan pihak terkait agar 10 sertifikat tersebut bisa diselesaikan secepat mungkin untuk kita serahkan kepada pemilik.

Terakhir perlu kita luruskan, bahwa tidak adanya pungutan biaya pembuatan sertifikat tanah di Desa Batang Sangir yang melibatkan kami, yang diperkirakan mencapai Rp. 750.000,00 ( Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu ) hingga Rp. 2.500.000,00 ( Dua Juta Lima Ratus ), agar tidak terjadinya gesekan ditengah masyakarat maupun publik, dan itu bisa saya pertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Ketua IWO : Profesionalitas Seorang Penulis, Disiplin Dan Etos Kerja

Berkembangnya isu miring dari sebagian masyarakat sebelum ini, itu lumrah terjadi dan bisa kita maklumi”. Tutupnya

(Tim).

Bagikan :