Potret Perjuangan Dan Kisah Inspiratif, Seorang Duta Lingkungan Hidup

Kerinci- jendelapublik.com. INDAH PRATIWI gadis asal Kerinci baru-baru ini berhasil mengharumkan nama Provinsi Jambi di tingkat Nasional, sebagai Duta Pendidikan Indonesia kategori Lingkungan Hidup. Dibalik keberhasilannya, ternyata perjuangan yang dilakoni cukup panjang dan bahkan hampir batal mengikuti audisi yang digelar di Bandung, Jawa Barat itu.

Saat bertandang ke Sekretariat Aliansi Bumi Kerinci, di Sandaran Galeh, Kecamatan Kumun Debai, gadis kelahiran Hiang Lestari tahun 2001 itu, mengungkap perjalanan panjang yang ia tempuh hingga sampai dipuncak prestasi nasional itu.

“Indah nyaris batal ikut seleksi tahap wawancara di Bandung. Itu lantaran penerbangan mengalami penundaan, Indah dan ayah berangkat melalui pesawat terbang dari Palembang dan transit di Pangkal Pinang Riau, kemudian baru terbang ke Jakarta. Sesampai di Jakarta, perjalanan dilanjut ke Bandung,” ungkapnya, Kamis (14/10).

Saat itulah perjuangan Indah diuji. Sesampai di lokasi audisi Bandung, ternyata audisi sudah dimulai, beberapa peserta sudah selesai diwawancarai. Namun sang dewi fortuna memihak padanya. Setelah berganti pakaian, dan langsung mendekati lokasi audisi, nama Indah dipanggil panitia untuk mengikuti sesi wawancara.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Jika telat lebih lama, saya sudah pasti batal audisi, karena langsung diskualifikasi,” ungkap putri bungsu dari tiga bersaudara buah pernikahan pasutri Inyulisman dan Nurmalia.

Andai saja batal ikut audisi, lanjut dia, akan sangat mengecewakan baginya dan sang ayah yang saat menemani. Mengingat, perjuangan sampai ke tahap itu tidak mudah, dan harus bersaing dengan 46 peserta yang mewakili berbagai provinsi di nusantara.

“Sebelum audisi ke Bandung, Indah telah mengikuti audisi Duta Pendidikan Indonesia tingkat Provinsi Jambi, dan Alhamdulillah terbaik 1. Selain audisi ini, Indah pernah ikut audisi puteri hijab Jambi dan masuk 10 besar. Awal mula tahun 2020, Indah juga ikut Rainbow Modeling Jambi, disana Indah banyak belajar,” ungkap Indah yang masih berstatus mahasiswi semester 3 STIA-NUSA Sungaipenuh.

Baca Juga:  Diduga Oknum PDAM Cabang Kayu Aro, Pungut Biaya Pemasangan PDAM (MBR)

Indah yang juga memiliki hobby menari dan puisi itu, menambahkan perjuangan berat persiapan mengikuti audisi. Hampir seluruh pembiayaan, ditanggung sendiri. Mulai dari penyiapan kostum, produksi video, hingga biaya lain untuk keperluan selama audisi ke Bandung.

“Saya berdomisili di Desa Hiang Lestari, Kerinci. Namun untuk audisi ini, saya mengatas namakan Kota Sungaipenuh, sebagai utusan Provinsi Jambi. Mengenai dukungan pemerintah daerah, pernah melakukan komunikasi, tapi ya sudahlah, yang penting dukungan orang tua dan keluarga,” ungkapnya.

Sejak pulang dari Bandung bebera hari lalu, Indah ternyata terpaksa harus diinfus, lantaran kondisi kesehatan menurun karena kecapean. Dan baru dengan Aliansi Bumi Kerinci, dirinya memenuhi undangan. Dia juga berharap, gelar Duta Lingkungan Hidup yang diamanahkan tidak sia-sia, dia ingin ikut ambil peran di Kota Sungaipenuh dan Kerinci dalam hal lingkungan hidup.

“Tanggal 6 November 2021 nanti, Indah dan peserta audisi yang memperoleh gelar akan dilantik di Bandung dan dilanjut pembekalan dan pelatihan. Sepulang dari sana, baru akan melaksanakan program kerja. Semoga Indah dapat memberi yang terbaik untuk Indonesia, terkhusus untuk Provinsi Jambi, Kota Sungaipenuh dan Kerinci,” terangnya.

Sementara itu, ayah Indah, Inyulisman, yang juga hadir menyusul Indah di Aliansi Bumi Kerinci, juga mengungkapkan beratnya perjuangan putri bungsunya itu. Bahkan, dalam proses persiapan Indah ke Bandung, kesulitan Indah untuk mendapat support dari Pemkot Sungaipenuh, lantaran dibumbui efek politik pasca Pilwako Sungaipenuh.

“Ada satu video yang sengaja diedarkan lagi oleh oknum yang tidak mendukung, dimana video tersebut Indah ikut berperan, dan itu Indah dibayar, bukan aksi dukungan ke salah satu cawako. Tapi, dengan pak Walikota dan Wawako, saya audah berkomunikasi dan mereka sudah tau ceritanya dan sangat mensuport, saya juga meminta izin bahwa Indah membawa atas nama Kota Sungaipenuh pada audisi di Bandung, begitupun dengan ibuk wako juga mendukung Indah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Program Studi MPI Siap Menyambut Tahun Ajaran di Tengah Pandemi

Akan tetapi, lanjut dia, lantaran tertatih mendapat dukungan dari pemkot padahal Indah membawa nama Kota Sungaipenuh. Untuk mensiasatinya, dirinya mengambil langkah untuk meminta dukungan dari Pemkab Kerinci, dan mendapat sambutan, terutama dalam mempersiapkan kostum dan produksi video.

“Alhamdulillah selalu ada jalan. Yang paling penting apa yang dicitakan dan diperjuangkan oleh Indah, membuahkan hasil yang membanggakan. Kita jadikan sebuah pelajaran, dan generasi penerus Indah nanti mendapat dukungan terbaik dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

(*)

Bagikan :