Puisi Banjir: Renungan Untukmu Wahai Hati

Kerinci- jendelapublik.com. Puisi yang mengisahkan tentang murkanya alam ini, tidak luput dari dampak sekelumit tatanan kehidupan yang sudah berantakan. 18/12/2021
————————————————————–
Renungan Puisi Untukmu, Wahai Hati…!

Ketika alam mengamuk
dan kita tak berdaya
barulah kita sibuk berdoa.

Banjir…Akhirnya engkau pun datang
Walaupun tanpa kami undang, Airmu terus menerjang, Laksana ombak menghantam karang, Kami pun kalang kabut, Ketika engkau tak surut-surut.

Mungkinkah, hadirmu memberi pesan
Yang tersirat kepada insan
Agar mereka mulai sadar
Sampah kotor jangan ditebar.

Memang semua salah kami
Yang lalai terhadap lingkungan
Selama ini kurang peduli
Untuk menjaga kebersihan.

Sapuan Banjir, Alangkah lembutnya air
Di atas bumi dia menyusur
Dari atas ia mengalir
Ke dalam Bumi lalu melebur.

badai, hujan, lalu banjir
mengepung sangat getir
begitulah perangai alam
bila tiba-tiba berubah geram.

Banyak tempat tergenang air
Menyebabkan bencana banjir
Suasana terasa sangat pilu
Menyesakkan isi kalbu

Begitu murkamu, Tak terbendung. pelosok pemukiman terendam,
Nasib penduduk begitu kelam.

Gunung, Hutan, sebagai tempat bernaung dan persinggahanmu. Kini… telah hilang bak ditelan cerita tangan jahil berselimut hitam serakahnya Dunia.

OhH…Tuhan
Surutkanlah banjir ini, berjanji untuk tidak mengulangi jadi teliti dan solusi.

✓ Pinta, Anak Negeri di Sudut Bumi Pertiwi. (Doni.JP)

Bagikan :