Realisasi Dana Desa Renah Kayu Embun (RKE) Kecamatan Kumun Debai, kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi mulai disorot

Sungaipenuh- jendelapublik.com. Realisasi Dana Desa (DDS) Renah Kayu Embun, kota Sungai Penuh, provinsi Jambi disebut – sebut tidak tepat guna, tepat waktu serta tepat sasaran.

Setelah diketahui terbengkalainya pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) mini dengan daya 45.000 Watt yang menggunakan dana desa tahun 2019 lalu sudah menghabiskan anggaran lebih seratus juta rupiah.

Mirisinya hingga hari ini pembangkit listrik tersebut diketahui tidak bisa berfungsi, dengan alasan yang tidak jelas.

Terkait akan hal itu, ketua Aliansi Bumi Kerinci, Harmo Karimi mendesak pihak penegak hukum Polres Kerinci agar segera memeriksa kades Renah Kayu Embun, Anto Rudin. Sebab menurut Harmo, ada yang tidak beres terkait penggunaan dana desa di desa tersebut.

“Iya, kami dari Aliansi Bumi Kerinci mendesak agar Polres Kerinci segera periksa kades RKE Anto rudin yang bertanggung jawab atas penggunaan dana desa untuk pembangunan PLTA mini di desa tersebut, karena adanya indikasi penyelewengan,” tegas ketua Aliansi Bumi Kerinci, Senin (22/3/2021) dihadapan wartawan.

Dana yang digunakan, kata Harmo, sudah ratusan juta, tapi hingga hari ini PLTA mini itu tidak bisa berfungsi.

“Sudah menghabiskan ratusan juta, tapi terbengkalai, ini menurut kami anggaran untuk PLTA mini itu tidak tepat guna,” beber Harmo Karimi.

Gencar diberitakan sebelumnya, pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) mini dengan daya 45.000 Watt tahun 2019 sudah menghabiskan dana ratusan juta rupiah, dengan alasan yang tidak jelas PLTA mini tersebut hingga hari ini belum berfungsi.

Pihak Tenaga Ahli (TA) ditinggal dalam proses pengerjaan, pihak desa secara gamblang mengambil alih pembelian dan pemasangan untuk mengerjakan PLTA mini tersebut, hingga terbengakalai.

Baca Juga:  MAHASISWA KKN STIE KERINCI POSKO 5 KOTO DUO LAMA BERHASIL MENDIRIKAN BUMDES MUARA SEMURUP

(Red).

Bagikan :