Sengketa Lahan Mulai Mencuat, Warga Ambil Alih 5 Km Bantaran Sungai

Kerinci- jendelapublik.com. Puluhan Masyarakat dua Desa Tamiai dan Pasar Tamiai turun ke lokasi bantaran Sungai Batang Merangin.

Masyarakat dua desa ambil alih dan kuasai lahan bantaran sungai sepanjang 5 Kilo Meter.

Sebab informasi yang diterima masyarakat, bantaran Sungai tersebut sudah dikuasai dan dibebaskan oleh pihak perusahaan proyek PLTA Merangin Kerinci Provinsi Jambi.

“Hari ini kita turun ke bantaran sungai, kita ambil alih lahan, karena kabarnya lahan milik Ulayat sudah di bebaskan atau di miliki oleh perusahaan pada proyek PLTA” ungkap salah seorang warga Tamiai kepada media ini.

Pantauan di lapangan Jumat 23/10/2020 pukul 08.00 wib, warga sudah mulai berkumpul dan sekitar pukul 09.30 puluhan warga dengan membawa parang, palu, dan alat pemotong lainnya bergerak ke lokasi di bantaran sungai.

Pihak PT. Kerinci Merangin Hidro (KMH) belum dapat dikonfirmasi terkait persoalan itu, termasuk outsourcing yang ada di Perusahaan PT. KMH.

Tim: Aliansi Bumi Kerinci

Bagikan :