TERMINOLOGI GENEOLOGIS ASAL LELUHUR SUKU KERINCI ULAYAT DEPATI RENCONG TELANG

Kerinci- jendelapublik.com. Menelusuri lebih dalam ke zaman prasejarah.
Nenek moyang kerinci paling tua adalah manusia “kecik wok gedang wok” atau manusia purba Homo Sapiens Kerinciensis. Jauh lbh tua dr kedatangan ras mongoloid dr Cina Selatan atau dikenal dgn melayu tua/Proto Malay (40.000 SM) dan ras Melayu Muda/Deutro Malay (15.000 SM) yg datang ke Kerinci.

Terdapat juga jejak sejarah kedatangan Orang Tamil (India belakang) sekitar 1.000 SM.

Peradaban Koying dan Sigindo di dataran Tinggi Kerinci jauh lbh dulu dr Peradaban lain di Sumatera seperti Sriwijaya, Dhamasraya, Pagaruyung, dll.

Pada zaman Sigindo terjadi asimilasi (pernikahan) putri kerajaan Pagarayung ke alam kerinci. Banyak sekali keluarga/keturunan kerajaan yg dinikahkan dgn penguasa Ranah Kerinci Saat itu. Sebagai Contoh Pernikahan Sigindo Batinting atau Sigindo Sri Sigerinting penguasa Jerangkang Tinggi (Kerinci Hilir) dengan Puti Sarunduk Pinang Masak putri Pagaruyung.

Kita mengenal seperti Tan Siah Sigindo Rao, Datuk Parpateh Nan Sabatang, Syiak Lengih, dll. Tokoh2 Minangkabau yg mewarnai peradaban Kerinci. Tapi tidak serta merta Kerinci Tunduk pada Minangkabau.

Kemudian datang Ekspedisi Pamelayu oleh kerajaan Singosari dari Jawa ke Svarnabhumi (Sumatra) untuk melanjutkan konsep penyatuan Nusantara.

Akhir dari Ekspedisi ini ditandai dgn dibawanya Dara Jingga (Ibu Adityawarman) dan Dara Petak (Ibu Jaya Negara) putri Dhamasraya ke Jawa.

Lalu selanjutnya terjadi ekspedisi Majapahit ke Sumatera pada Zaman Raja Jayanegara (Sepupu Aditywarman) Para Prajurit dan Mahapatih (Adipati) ini tidak semuanya pulang ke jawa. Mereka lah yg datang ke Kerinci dan membawa peradaban Jawa ke Pedalaman Sumatra (Kerinci). Bahkan berhasil mengubah sistem Pemerintahan Sigindo ke Sistem Pemerintahan Depati. Yg bersifat Akulturasi Sistem pemerintahan. Lagi-lagi Kerinci juga tidak serta merta tunduk pada Majapahit.

Baca Juga:  Anggaran Dana Pembangunan Gedung Paud Desa Koto Tengah Seleman di Pertanyakan

Kita bisa lihat Istilah2 jawa yg dipakai.

Depati dari kata Adipati.
Rio dari kata Aryo.
Menggung dari kata Tumenggung
Pateh dari kata Patih.
Dll.

Kita bisa lihat jg gelar2 Depati :
Tago
Agung
Anggo
Belinggo
Nanggalo
Anum
Cahayo Negoro
Sukobarajo
Dll.

Ini semua bahasa jawa.

Justru saat ini tugas kita Waris Depati2 Awal di Kerinci mengecek k Babat Tanah Jawi ( Tambo Jawa) utk tau siapa leluhur kita di jawa.

Saya sudah brapa kali k Trowulan, Kediri, Malang, dll. Utk diskusi dgn sejarawan dan budayawan dsana utk mengetahui siapa para adipati/patih/arya/kasatria Singosari yg tdk pulang ke Jawa ketika berakhir ekspedisi Pamelayu.

Kajian dan penelitian ini masih panjang dan tentu membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yg tidak sedikit.

Sebagai generasi Muda penerus Suku Kerinci tentu lah menjadi tekad kita utk selalu mengkaji dan menguak tabir sejarah leluhur Kerinci.

Bumi Rencong Telang
Pulau Sangkar, Kerinci – Jambi
14 September 2017

Oleh : Gettar Crista Prahara, S.Sos. PROLOG:

Bagikan :