Tim 20 Diminta Beberkan Fakta Penyebab Konflik dengan PLTA hingga Ditangkap 2 Warga Pulau Sagkar

Berita Kerinci- jendelapublik.com. Persoalan Konflik dalam proses Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci Provinsi Jambi sepertinya belum tuntas, pasca penangkapan dua warga Pulau Sangkar oleh Polisi membuktikan konflik antar warga, antar PLTA semakin mendalam.

Aliansi Bumi Kerinci menyayangkan persoalan tersebut, pihak penegak hukum harus segera ambil sikap tegas, sebab masyarakat di wilayah sekitar Pembangunan PLTA sudah tercipta konflik yang luar biasa.
Baik itu konflik adat, antara Lembaga Adat Rencong Telang Ujung Pagaruyung, Adat Rendong Telang Pulau Sangkar, tim 20 dari Pualau Sangkar, Adat Muara Langkap. Kehadiran PLTA memang menjadi pemicu awal terjadinya konflik ini.

“Semua itu persoalan tanah yang digunakan oleh PLTA” ungkap Ketua Aliansi Bumi Kerinci Harmo Karimi kepada media ini. Dua diantara tim 20 yang ditahan harus membeberkan fakta awal sehingga terjadinya konflik.

“Tim 20 pasti memiliki alasan apa yang diprotes, tolong buka-bukaan dengan penegak hukum dan penegak hukum harus mampu menyusuri hingga akarnya, karena Tanah seberang Sungai Tamiai terjadi saling klaim kepemilikan” ungkap Harmo.

(red)

Bagikan :