TPA RKE Masuk Kawasan Hutan Produksi, KPHP Akan Temui Walikota

SUNGAIPENUH- jendelapublik.com. Persoalan TPA sampah di RKE, Kecamatan Kumun Debai tidak hanya ditentang oleh masyarakat. Bahkan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi melalui KPHP Kerinci dan Sungaipenuh, juga telah lama mengingatkan Pemkot Sungaipenuh.

Pasalnya, lokasi TPA di RKE tersebut masuk dalam kawasab Hutan Produksi, dan dilarang keras adanya akativitas pembuangan sampah. Bahkan KPHP sudah menyurati Walikota Sungaipenuh, namun hingga kini tak kunjung ada balasan.

Kepala KPHP Kerinci dan Sungaipenuh, Neneng Susanti, kepada media ini membenarkan bahwa lokasi TPA di RKE merupakan kawasan hutan produksi.

“Ya, disana (TPA RKE,red) masuk dalam kawasan hutan produksi, tapi juga ada beberapa bagian di RKE bukan termasuk hutan produksi. Sebagai tempat pembuangan sampah, disitu sangat tidak cocok,” ungkapnya.

Dikatakannya, terhadap aktivitas pembuangan sampah di RKE tersebut, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menyurati Pemkot Sungaipenuh, untuk mengentikan aktivitas pembuangan sampah disana.

“Surat pertama tertanggal 5 Oktober 2021, setelah itu kita juga mengirim surat kepada Walikota, untuk audiensi namun tidak mendapat balasan jadwal audiensi,” katanya.

Terhadap hal tersebut, lanjut dia, pihak tidak akan tinggal diam. Bahkan akan mendatangi langsung Kantor Walikota dalam waktu dekat.

“Ya kita akan datang langsung untuk menemui pak Walikota, untuk membahas hal ini,” ungkapnya.

Sikatakannya, tugas KPHP hanya mengingatkan dan memberitahukan status hutan yang ada di wilayah Kerinci dan Sungaipenuh, sehingga dalam perencanaan pembangunan daerah tidak bertentangan dengan aturan kehutanan.

“Kita ingin memberi masukan, mana yang boleh dan tidak boleh memanfaatkan hutan sebagai kawasan pembangunan. Itu yang paling penting, agar perencanaan penataan pembangunan daerah menjadi lebih baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, persoalan sampah di RKE kembali mencuat. Tokoh masyarakat Kumun Debai bahkan mendatangi Gedung DPRD Sungaipenuh menyerahkan surat pemberitahuan agar aktivitas pembuanagan sampah di RKE dihentikan. Tidak hanya itu, jemkot juga diwaring, jika tidak segera ditutup maka masyarakat yang akan turub tangan menutup TPA di RKE.

Baca Juga:  DASRINAL AJAK MASYARAKAT TENTUKAN PILIHAN BERDASARKAN HATI NURANI BUKAN DILANDASI DENGAN UANG

(*/Doni.JP)

Bagikan :