USIA PERNIKAHAN DINI WAJIB USULKAN PENERBITAN SURAT KETERANGAN DISPENSASI PENGADILAN AGAMA

Sungai Penuh -13/11/2019. jendelapublik.com. Perihal pernikahan atau perkawinan di Indonesia telah diatur dalam undang-undang. Salah satunya aturan mengenai batasan usia atau umur bagi seseorang diizinkan menikah. Namun, ketika dalam kondisi darurat, pernikahan dapat diizinkan dengan berbagai persyaratan dan tata cara khusus.

Ketua Pengadilan Agama (PA) Sungai Penuh       ( Ikhsanuddin.SH ) menjelaskan, ” suatu pernikahan sah bila dilakukan berdasarkan ketentuan agama dan kepercayaannya masing-masing. Itu sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 7 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pernikahan.

“Kemudian mengenai umur seseorang yang akan melangsungkan pernikahan didalam ketentuan Pasal 7 ayat 1 UUP disebutkan bahwa pernikahan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun, ujar Ketua Pengadilan Agama ( Ikhsanuddin.SH ) kepada media ini.

Menurutnya, tujuan dari ditetapkannya batasan umur tersebut adalah untuk menjaga kesehatan suami-isteri, kematangan dalam membina rumah tangga dan keturunan mereka. Baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental yang berkaitan dengan kematangan mental seseorang.

“Berdasarkan ketentuan pasal tersebut, jika terjadi pernikahan dibawah umur  yang usianya  belum mencapai usia 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Di bawah batas minimal tersebut, harus mengajukan keterangan dispensasi nikah atau kawin,” terangnya.

Untuk melaksanakan perkawinan di bawah umur, kedua orang tua laki-laki maupun kedua orang tua perempuan dapat meminta surat keterangan dispensasi atas ketentuan umur kepada PA bagi yang beragama Islam dan Pengadilan Negeri (PN) bagi yang non-Islam.

“Itu sesuai dengan pasal 7 ayat 2 UUP jo. Pasal 1 Tahun 1974 tentang Pelaksanaan UU Nomor  1 Tahun 1974 tentang Pernikahan. Pengajuan dispensasi tersebut diajukan ke Pengadilan Agama sesuai wilayah tempat tinggal pemohon,”

Pemberian dispensasi oleh Pengadilan Agama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib mendengarkan pendapat kedua belah calon mempelai yang akan melangsungkan perkawinan/pernikahan.

Baca Juga:  NIKAH NGETOP....PERDANA DIKERINCI

Dalam mengajukan dispensasi nikah, lanjut Ketua Pengadilan Agama ( Ikhsanuddin.SH ) juga ada beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Seperti surat permohonan dispensasi nikah, penolakan dari Kantor Urusan Agama (KUA), fotokopi identitas baik KTP maupun KK, dan fotokopi ijazah.

Sebelum menutup sesi wawancara Ia juga berpesan kepada generasi milenial di era sekarang ini,  khususnya untuk pemuda-pemudi Kerinci dan Sungai Penuh agar menghindari pergaulan bebas dan dapat memanfaatkan waktu luang yang positif untuk menghindari hal-hal yang sehingga menjadi pemicu pernikahan dini.

Dan yang terakhir kepada orang tua juga untuk dapat mengawasi aktifitas anak-anak, serta selalu berkomunikasi agar segala bentuk aktifitas anak-anak dapat terkontrol sebagaimana mestinya. Tutupnya

*Don*

Bagikan :

--COVID-19 DI INDONESIA--

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
SUMBER DATA : KEMENTERIAN KESEHATAN & JHU. UPDATE TERAKHIR :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KASI BINMAS KEMENTERIAN AGAMA SUNGAI PENUH:UNDANG-UNDANG PERNIKAHAN TERBARU PERSAMAKAN USIA

Kam Nov 14 , 2019
Pembaca : 55 Sungai Penuh, jendelapublik.com. – Kantor Kementerian Agama […]