Warga Kecamatan Bukit Kerman Keluhkan Distributor Pupuk Bersubsidi

Kerinci- jendelapublik.com. Warga keluhkan distribusi pupuk subsidi di Kecamatan Bukit Kerman. 24/02/2021

Kelangkaan pupuk menjadi topik utama dikalangan petani akhir-akhir ini, pasalnya pupuk merupakan faktor utama dalam aspek penunjang dari peningkatan hasil pertanian mereka, tanpa pupuk hasil panen petani boleh dikatakan jauh dari kata hasil yang memuaskan.

Salah satu contoh, berdasarkan penulusuran salah satu awak media ini di salah satu desa yang ada dalam Kecamatan Bukit Kerman “Pulau Pandan”, terdapat kejanggalan dalam pendistribusian pupuk dikalangan para petani oleh distributor.

Betapa tidak berdasarkan pengakuan sumber kepada media ini, kelangkaan pupuk yang semestinya tidak bakal terjadi yang diprediksikan ada dugaan permainan oknum dalam memanfaatkan situasi.

Hal ini, merupakan keluhan yang mesti diluruskan dan patut ditinjau ulang oleh Dinas terkait kepada distributor atas izin edar yang diberikan, padahal secara aturan sebagian petani juga sudah terdaftar secara e-RDKK.

Petani juga merasa dipersulit dalam pembelian pupuk bersubsidi dengan alasan yang terkesan dibuat-buat dan tidak masuk akal. Sebagai contoh yang terjadi baru-baru ini di Kios Pupuk Alda Desa Pulau Pandan  Kecamatan Bukit Kerman Kabupaten Kerinci.

“Menurut keterangan sumber yang enggan namanya dipublis menuturkan, Pembelian pupuk terkesan dipersulit, bahkan untuk membeli pupuk harus membawa KTP dan stempel kelompok tani, dan mirisnya lagi para petani yang sudah memiliki Kartu Tani dan terdaftar secara e-RDKK pun dipersulitnya dengan bermacam alasan”. Ujar sumber

“Lebih lanjut, kita juga menyaksikan adanya penjualan pupuk dalam skala besar dari warga luar dengan muatan penuh satu unit mobil  L300 oleh distributor ALDA, mungkin kepada pedagang atau distributor lain kita kurang tau. Kalo petani yang beli tidak mungkin dalam skala besar karna ada batasan komsumsi atau kegunaan.

Baca Juga:  Kapolda Diminta Cari Otak Pembentukan Lembaga Ulayat Adat Depati Rencong Telang Kerajaan Ujung Pagar Uyung

Kita juga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah atau Dinas terkait hal tersebut untuk meninjau kembali izin edar Kios Pupuk Alda, karena sebagai warga setempat kami merasa sangat dipersulit dalam pembelian pupuk bersubsidi”. Jelasnya

Dari hal diatas, berdasarkan instruksi Menteri Pertanian (Mentan), HET Sesuai Permentan 01/2020 menyatakan, harga pupuk subsidi yang disalurkan untuk petani harus mengacu kepada Permentan 01/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.

Pupuk bersubsidi diberikan untuk meringankan beban petani.“ Dengan pupuk subsidi, kita ingin menjamin agar pertanian bisa terlaksana dengan baik, produksi meningkat, dan kesejahteraan petani juga meningkat. Oleh karena itu, mekanisme harga pupuk subsidi sudah diatur dalam Permentan.

*Dalponi*.

Bagikan :