Warga Kerinci, Minta Bupati Menarik Diri Dalam Komposisi Akta Notaris

Kerinci- jendelapublik.com. Tatanan Adat Kabupaten Kerinci menjadi tercoreng dengan munculnya Adat Depati Rencong Telang Kerajaan Ujung Pagar Uyung di Bumi Sakti Alam Kerinci.

Hal ini terlihat juga terjadinya dualisme adat dalam wilayah Depati Rencong Telang Pulau Sangkar Khususnya, dan tentunya secara tidak langsung merusak tatanan adat istiadat wilayah Bumi Sakti Alam Kerinci pada umumnya.

Berbagai kalangan lapisan masyarakat, sangat menyesalkan kejadian tersebut, begitu juga dari tokoh-tokoh adat kerinci.

Pasalnya, di dalam Akta Notaris juga tertulis sebagai Pelindung Adat tersebut. Tidak lain dan tidak bukan orang nomor satu di Kerinci ini, yaitu Bupati Adi Rozal.

Adat Depati Rencong Telang Kerajaan Ujung Kerajaan Pagar Uyung juga berasumsi , Akta Notaris tersebut bisa melindunginya mereka untuk mempertahankan Adat baru yang telah dibuatnya. Namun sampai saat ini kejadian tersebut tidak berhenti diusut, baik dari tokoh adat maupun keranah hukum.

Adirozal Bupati Kerinci disarankan menarik diri atau keluar dari komposisi dalam Akta Notaris Lembaga Adat Ulayat Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar.

Sebab jika tidak, Adirozal sebagai Bupati Kerinci akan dinilai menjadi orang yang benar-benar mendukung Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung Pulau Sangkar.

Apa lagi Depati empat alam kerinci dan delapan helai kain sudah memutuskan dalam sidang adat bahwa tidak mengakui keberadaan Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung.

“Sebaiknya pak Bupati Kerinci Adirozal, kami sarankan untuk menarik diri dan kelur dari Akta Notaris Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagaruyung, dampaknya lebih buruk bagi beliau sendiri” ungkap Harmo Karimi Ketua Aliansi Bumi Kerinci kepada media ini.

Baca Juga:  Pondok Tinggi Menguning Sambut Alvia Santoni

Tim: Aliansi Bumi Kerinci

Bagikan :