Webinar Pendidikan Nasional : Prodi MPI UIN STS Jambi

Jambi – jendelapublik.com. Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengadakan Program Kegiatan Webinar Pendidikan Nasional, dengan mengangkat Tema:

“Peran Mahasiswa Dalam Menyikapi Dunia Kurikulum di Masa New Normal”.

Di buka pada hari Jum’at 26 November 2020 dan dilakukan kegiatan acara melalui Via Zoom dan pembukaan langsung di lakukan di Auditorium UIN STS Jambi.

“Heri Setiawan Ketua Pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam menuturkan, bahwa Agenda ini adalah Program Kegiatan tahunan sekaligus program kerja terakhir dalam masa bakti 2019-2020 kepengurusan Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Ungkapnya

Dimas Pepriadi selaku ketua pelaksana “Acara Webinar Pendidikan ini di ikuti oleh kalangan Mahasiswa, Pelajar, Maupun Umum tingkat Nasional. Serta para pemantik Materi dalam kegiatan Webinar Pendidikan ada dua Pemantik yang Pertama: Refor Diansyah S.Pd Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia yang membawa materi tentang Peran Mahasiswa Terhadap Masa Pandemi.

Pemantik Kedua, Dr. Sri Rahmi, M.A Ketua Umum Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia yang membawa materi tentang Penguatan Karakter serta menyikapi peluang karir bagi Mahasiswa.”

Kegiatan tersebut berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak kepanitiaan Webinar Pendidikan Nasional di Mulai dari pembukaan sampai dengan penutupan yang dipandu oleh Rizki Hardianti selaku Moderator.

“Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Dr. Mahmud MY, M.Pd dalam kesempatan ini memberikan sambutan sekaligus membuka Kegiatan Acara Webinar Pendidikan Nasional Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam serta memberikan Edukasi pemahaman tentang dunia pendidikan kepada para peserta.

Baca Juga:  Depati Empat Delapan Helai Kain Kerinci Berikan Sanksi Kepada Depati Rencong Telang Ujung Kerajaan Pagar Uyung Pulaw Sangkar.

“Pemateri pertama Refor Diansyah S.Pd, Mengatakan Sebagai Mahasiswa, kita bisa menyikapi New Normal ini dengan mendukung atau menentangnya. Namun hal tersebut kembali lagi pada perspektif masing-masing karena New Normal punya sisi negatif dan positifnya. Akan tetapi, yang perlu ditekankan disini, terlepas mendukung atau menentangnya, Mahasiswa bisa membantu mengatasi pandemi ini dengan melakukan tiga peran yang telah disebutkan diatas. Mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, terapkan protokol pencegahan COVID.

Mahasiswa sebagai insan akademis dengan pemikiran yang kritis dan inovatif dianggap sebagai pembawa perubahan besar dalam dunia masyarakat. Kemampuan mahasiswa disertai disiplin ilmu yang dimiliki harus mampu membawa berbagai perubahan khususnya di masa new Normal ini.

Sebagai kaum intelektual juga milenial mahasiswa yang memang disiapkan untuk terjun di masyarakat praktiknya akan lebih mudah dilakukan jika di mulai dari saat ini”Sambung nya lagi dengan lantang.

“Pemateri kedua, Dr. Sri Rahmi, M.A beliau mengatakan Pendidikan karakter dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan. Selain itu pendidikan karakter juga diarahkan untuk mengembangkan kecerdasan moral atau mengembangkan kemampuan moral yang dilakukan dengan membangun kecerdasan moral, yaitu kemampuan memahami hal yang benar dan yang salah, yakni memiliki keyakinan etika yang kuat dan bertindak berdasarkan keyakinan tersebut, sehingga orang bersikap benar dan terhormat. Jelasnya

Ditambahkannya lagi, Jiwa wirausaha diharapkan kerangka berpikir (mind set) generasi di tengah keterbatasan pemerintah dalam penyediaan lapangan kerja saat ini, Belajar kewirausahaan menekankan pembentukan cara berpikir. Para pemuda yang sekarang sedang bersekolah atau kuliah kelak mempunyai cara pandang baru dan membawa perubahan menghadapi suatu kehidupan” Tutupnya.

Baca Juga:  Potret Eja, Wartawan yang Memutuskan Mengabdi Sebagai Kepala Desa Demi Kampung Halaman

(Heri).

Bagikan :